Welcome :)

dinifahma.blogspot.com

Sabtu, 08 Desember 2012

Hei, Sekuler Membuntutimu!

Aku mengais-ngais onggokan pasir  dengan tangan kosong. Berharap aku mendapat butiran permata, emas atau berlian. 

Aku memandang orang di sebelahku, matanya berbinar. Ya, dia telah menemukan berlian yang dia cari. Begitupula orang lusuh di sebelah kiriku, dia telah menemukan permata yang dia impikan. 

Aku? Kapan mendapatkannya?

Tiba-tiba dari belakang ada yang menyodorkan sekop dan peralatan galian untukku. Aku tersenyum kecut pada orang yang menawarkan itu. “aku tak butuh itu. Tanpa itu aku bisa menemukan permata, emas, dan berlian. Seperti orang-orang itu!” kataku ketus. Aku tetap mengais tanah didepanku.  
 ***

Apa yang Anda pikirkan dengan cuplikan kisah diatas?


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Selasa, 14 Agustus 2012

Kisah Part II

        Bapak adalah petani yang bisa dibilang sukses. Rumah kami dipenuhi gabah1) ketika musim panen tiba. Namun tidak jarang keluarga kami menderita kerugian ketika gagal panen. Meskipun demikian, bapak selalu mengajarkan rasa syukur dan nerimo2) apapun keadaan kami.
Kami hidup sederhana di rumah tua yang cukup luas. Rumah ini adalah rumah joglo milik nenekku. Kami tinggal disini karena ibuku adalah anak terakhir. Ibuku merasa punya tanggung jawab untuk mengurus rumah ini, karena pakde dan bude sudah tinggal di rumah mereka masing-masing.
Kami hidup dalam keluarga kecil yang bahagia. Aku selalu ingin membahagiakan orang tuaku, aku tak ingin mengecewakan mereka…
***
        Pagi ini kami sedang bersiap di dapur. Aku dan Ibuk sedang memasak untuk bekal di sawah. Bapak sibuk menyiapkan peralatan sawah. Tampaknya hari ini adalah hari yang cukup sibuk. Keluargaku akan memanen tanaman ‘pedesan’ atau orang biasa menyebutnya cabai. Ya… liburan semester gasal aku manfaatkan untuk membantu ibuk Bapak di kampung.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Selasa, 17 Juli 2012

Kisah Part I

Dulu ketika aku masih remaja, banyak yang menanyakan apakah aku akan kuliah, apa aku dapat meraih mimpiku menjadi seorang sarjana? Kemudian semua orang berfikir, setamat dari SMA aku akan menikah dengan laki-laki pilihan orang tuaku. Ya… banyak orang mengatakan orang tuaku kolot, kuno, ndeso1) dan sebagainya. Mereka memang seorang petani, dandanannya kuno dan hanya tamat sekolah rakyat2). Banyak orang yang malu dengan keberadaan orang tua yang tidak modis. Tapi aku tidak, aku sangat bangga pada mereka, orang tuaku tercinta…


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Selasa, 12 Juni 2012

ISLAMOPHOBIA

“Entahlah apa yang salah pada kami berempat. Apa karna kerudung kami yang ‘agak’ lebar? Atau tampilan kami yang mencurigakan?”



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer