Welcome :)

dinifahma.blogspot.com

Sabtu, 22 Februari 2014

Cerita di Yogyakarta Part III: GEOS 2013 Ujian Tulis dan Field Trip

*tulisan lama


Hari pertama Rangkaian Lomba! (16 November 2013) Aku dan Irma berjalan dari kos ke Fakultas Geografi UGM. Sekitar pukul 07.30 kami registrasi dan memasuki Auditorium Merapi –Aulanya Fakultas Geografi. Masih banyak kursi kosong.   

Berkenalan dengan beberapa mahasiswa dari beberapa daerah. Ada yang dari UNPAD –bernama Menur. Cantik. Seperti pernah mengenal ia sebelumnya.
Kemudian berkenalan dengan mahasiswa Lombok bernama Fitri.
Dan berkenalan dengan kakak cantik bernama Kak Mima dan Kak Lady. Ternyata Kak Mima adalah seniornya Irma di SMA. Sekarang beliau kuliah di UI jurusan Geografi.

Wah peserta disini rata-rata berasal dari jurusan Geografi, Geodesi, Geologi. Nah aku? Hha berasa nyasar ikut acara ini.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Cerita di Yogyakarta Part II: Serial Mie Dok Dok



*tulisan lama.
 
Ini ceritaku ketika sudah sampai di kosan Anggun. Setelah basah kuyup karna hujan –aku dan Irma menanyakan kuliner di Yogya yang enak.

Beberapa kali Irma penasaran gudeg yang enak di Yogya. Sesuai keterangan Anggun, gudeg enak bisa kisaran 20 ribu ke atas. W.O.W. Kalau di pinggiran 6 ribu udah bisa makan gudeg.
Setelah cukup lama berbincang tentang kuliner Yogya, kami memutuskan untuk makan Mie Dok Dok di Burjo Palm Kuning. Tempat makan ini buka 24 jam. Lokasinya tidak jauh dari kosan Anggun. 

Menunggu pesanan, kami melahap beberapa gorengan. Hha *rakus amat.
Dari beberapa camilan tadi, yang aku paling kusuka adalah Tahu Bakso. Sebenarnya, Ibuku biasa membuatkannya juga. Waaaa jadi laper pengen makan tahu bakso lagi.

Setelah menunggu cukup lama, pesanan kami bertiga; Mie Dok Dok, datang juga. \^^/
Sedikit berbeda dengan mie yang aku bayangkan. Hha.. yang aku bayangkan serupa dengan mie ayam dengan tekstur mie yang tebal disajikan diatas mangkuk besar. wkwk

Ternyata, mie Dok Dok disajikan di piring. Mungkin biar cepet dingin –jadi pelanggan nggak kepanasan pas makan. Tampilannya mirip mie instan, karena mienya kecil-kecil dan diatasnya ada telur orak-arik yang mengumpul. Kuahnya tidak terlalu banyak dan rasanya cukup asin.
Karena Irma suka asin, maka masakan semacam itu sangat pas bagi lidahnya. Karena aku suka pedes, maka mie tersebut terlalu asin menurutku. Hha.. *wah sayang lupa di foto. Jadi nggak bisa dipamerin :P

Karena malam itu Yogya sangat dingin, maka makanan hangat sejenis Mie Dok Dok menjadi pilihan yang tepat : )
Kata anggun, kalau kelaperan di malam hari atau bahkan dini hari –tempat makan ini menjadi solusi. Karena buka 24 jam non stop. 

Selamat mencoba mie Dok Dok -___- *postingan ini penting nggak yaaa...


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Cerita di Yogyakarta Part I

*tulisan berbulan-bulan lalu.. (baru sempat post)
 

Tulisan ini merupakan ceritaku yang beberapa waktu lalu melakukan perjalanan dari Surabaya ke Yogyakarta bersama Irmania Siswaputri -) Perjalanan ini bukan hanya sekedar jalan-jalan. Ya walaupun ada sedikit niatan buat jalan-jalan, tapi tujuan utamaku adalah mengikuti Geo-Environment Student Challange yang diadakan Fakultas Geografi UGM.

Pagi sekitar pukul 07.00 WIB aku berangkat dari kosan. Kemudian mencari bekal untuk sarapan dan bersiap menuju stasiun. Jadwal keberangkatan adalah pukul 08.00. Eh, tumben Surabaya dingin, nggak panas dan agak mendung.

Sampai di stasiun adalah pukul 07.30 WIB. Ada waktu tunggu sekitar setengah jam. Lumayan.
Pas menunggu kedatangan kereta, tiba-tiba aku disapa seseorang.  Kontan aku menoleh ke arah suara panggilan itu. “Diin, lama nggak pernah ketemu”


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Senin, 02 Desember 2013

Jomblo Terhormat II

#Menulis lagi tentang ini haha..
Suatu saat ibuk pernah mengatakan “Di zamannya ibuk dulu, ya ada yang pacaran. Renteng-renteng kemana-mana. Toh akhirnya banyak nggak jadinya. Tapi nggak tau kenapa ya, dulu ibuk mesti mikir orang tua. Nggak pernah ingin pacaran, boncengan kesana kemari, jalan berdua. Selalu mikir, orang tua yo opo seneng dengan tindakan seperti itu”
Kurang lebih seperti itu, ungkapan ibuk dengan bahasa dan logat jawanya. “zaman sekarang emang lebih banyak yang pacaran ketimbang yang enggak. Ya mungkin kemajuan zaman. Tapi emang tergantung imannya seseorang juga.”
Ibuk memang bukan sosok yang ‘alim dalam hal agama, dari beberapa sisi ada hal yang kurang aku setujui. Tapi aku cukup setuju tentang konsep cinta, pernikahan, -jomblo- menurut beliau.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer