Welcome :)

dinifahma.blogspot.com

Rabu, 13 Februari 2013

Curhat : Kelas Manper

Selasa, 1 Rabiul Akhir 1434 H
Aku memasuki kelas dengan canggung, kemudian memilih bangku pojok yang jauh dari jangkauan orang-orang. Aku duduk dan meletakkan tas punggungku di bagian kursi kosong sebelah kananku. Aku tak berani memutar kepala dan melihat sekeliling, karena aku yakin wajahku merah karena malu.

Aku tengah asik menyibukkan diri pada coretan di buku catatan kecil bersampul hijau. Tiba-tiba dari arah pintu, muncul perempuan berkerudung abu-abu dan kemudian menggapai bangku sebelah kiriku yang kosong. “Kosong?” tanyanya sedikit cuek. Aku pun mengiyakan dan mempersilahkannya duduk.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Kamis, 17 Januari 2013

I'm Engineer - EnviroITS

Aku bertanya, apa yang akan aku lakukan disini (di Teknik Lingkungan)? ingin dipuji karena masuk di Institut Negeri? Hanya mengejar gelar ST? atau hanya ingin pengakuan dengan IP tinggi? Apa itu saja yang aku harapkan?



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Sabtu, 08 Desember 2012

Hei, Sekuler Membuntutimu!

Aku mengais-ngais onggokan pasir  dengan tangan kosong. Berharap aku mendapat butiran permata, emas atau berlian. 

Aku memandang orang di sebelahku, matanya berbinar. Ya, dia telah menemukan berlian yang dia cari. Begitupula orang lusuh di sebelah kiriku, dia telah menemukan permata yang dia impikan. 

Aku? Kapan mendapatkannya?

Tiba-tiba dari belakang ada yang menyodorkan sekop dan peralatan galian untukku. Aku tersenyum kecut pada orang yang menawarkan itu. “aku tak butuh itu. Tanpa itu aku bisa menemukan permata, emas, dan berlian. Seperti orang-orang itu!” kataku ketus. Aku tetap mengais tanah didepanku.  
 ***

Apa yang Anda pikirkan dengan cuplikan kisah diatas?


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Selasa, 14 Agustus 2012

Kisah Part II

        Bapak adalah petani yang bisa dibilang sukses. Rumah kami dipenuhi gabah1) ketika musim panen tiba. Namun tidak jarang keluarga kami menderita kerugian ketika gagal panen. Meskipun demikian, bapak selalu mengajarkan rasa syukur dan nerimo2) apapun keadaan kami.
Kami hidup sederhana di rumah tua yang cukup luas. Rumah ini adalah rumah joglo milik nenekku. Kami tinggal disini karena ibuku adalah anak terakhir. Ibuku merasa punya tanggung jawab untuk mengurus rumah ini, karena pakde dan bude sudah tinggal di rumah mereka masing-masing.
Kami hidup dalam keluarga kecil yang bahagia. Aku selalu ingin membahagiakan orang tuaku, aku tak ingin mengecewakan mereka…
***
        Pagi ini kami sedang bersiap di dapur. Aku dan Ibuk sedang memasak untuk bekal di sawah. Bapak sibuk menyiapkan peralatan sawah. Tampaknya hari ini adalah hari yang cukup sibuk. Keluargaku akan memanen tanaman ‘pedesan’ atau orang biasa menyebutnya cabai. Ya… liburan semester gasal aku manfaatkan untuk membantu ibuk Bapak di kampung.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer